| Bencana alam gerakan tanah di Kec.Cibal dan Lambaleda, Kabupaten Manggarai Propinsi Nusa Tenggar Tim |
| Written by Administrator | |
| Friday, 09 March 2007 | |
|
Laporan singkat bencana alam gerakan tanah di Kec.Cibal dan Lambaleda, Kabupaten Manggarai Propinsi Nusa Tenggara Timur (download report klik di sini)
1. Bencana alam gerakan tanah terjadi pada tanggal 3Maret 2007, di Desa Gapong, Kecamatan Cibal,Kabupaten Manggarai, Propinsi Nusa TenggaraTimur. Secara geografis terletak pada koordinat 120° 29'41.6868" BT, -8° 27' 29.3724" LS. 2. Gerakan tanah tejadi di Kecamatan Cibal berupa longsoran. Longsoran terjadi pada lereng bukit di DesaGapong dan pada bagian tebing bukit disepanjang jalanutama yang merupakan jalan penghubung Ruteng - Reo. Sedangkan di Kec. Lambaleda Gerakan tanah terjadi diDesa Goreng Meni yang terletak di bawah lembah yang dikelilingi tebing. Longsoran yang terjadi di DesaGapong dengan tinggi tebing yang longsor 10 - 14 meter, lebar (mahkota longsoran) 30 meter, panjanglongsoran yang melanda rumah-rumah 150 meter, dengan arah N290E, lereng tebing yang longsor70. Volume material longsoran yang menimbun area permukiman diperkirakan 14000 m3. Sedangkan disepanjang jalan Ruteng - Reo terjadi pada tebing/lereng yang terdapat alur-alur sungai. Aliranalur sungai kecil (tekuk lembah) yang terhambat/terbendung oleh material longsoran danbatang-batang pohon. Karena akumulasi air yang berlebihan disertai jebolnya material longsoranmengakibatkan campuran air dan material longsoran dengan kekuatan tinggi kanan kiri alur sungai dan mengakibatkan gerakan tanah yang menutup badan jalan dan dibeberapa tempat badan jalan terputus.
Bentang alam sekitar Kecamatan Cibal berupa lereng perbukitan dengan kemiringan lereng antara 40 - 80°,dengan ketinggian tempat antara 500 -1250 meter diatas permukaan laut. Pada bagian lerengnya terdapat banyak alur sungai, sedangkan pada lembah sungaimengalir Sungai Wae Pesi, Wae Ratjang, dan Wae Rentjayang merupakan sungai utama di daerah ini. Bentang alam di Kec. Lambaleda adalah Lembah yang dikelilingi perbukitan terjal - sangat terjal.
Penggunaan lahan sekitar daerah bencana pada lereng bagian atas dan tengah berupa semak belukar, kebun campuran, setempat pemukiman dan pada bagian kakilereng adalah lembah sungai dengan vegetasi semak.
b. Kemiringan lerengnya yang sangat terjal sehinggamaterial mudah bergerak.
6. Mekanisme terjadinya gerakan tanah sebagai berikut: Akibat curah hujan yang sangat tinggi selama enam hari sebelum kejadian gerakan tanah menyebabkan kandunganair dalam tanah meningkat, sehingga air tanah mengumpul pada kontak antara tanah yang meresapkan air dan batuan yang kedap air. Kontak keduanya merupakanbidang lemah, tanah/batuan bagian menjadi jenuh air, bobot masa tanah bertambah karena jenuh air, lereng menjadi tidak stabil dan bergerak mencari keseimbanganbaru, akibatnya terjadi gerakan tanah. Pada Jalur Jalan Ruteng - Reo.
Aliran alur sungai kecil (tekuk lembah) yang terhambat/terbendung oleh material longsoran danbatang-batang pohon. Karena akumulasi air yang berlebihan disertai jebolnya material longsoranmengakibatkan campuran air dan material longsoran dengan kekuatan tinggi kanan kiri alur sungai danmengakibatkan gerakan tanah yang menutup badan jalan dan dibeberapa tempat badan jalan terputus. Pada Jalur Ruteng - Labuan Bajo
Erosi sungai mengikis bagian bawah tebing terjal yang merupakan tumpuan dari bronjong, akibatnya bronjongdan sebagian ruas jalan turun. Sungai Wae Pesi, Wae Ratjang, Wae Rentja, dan Wae Naong banyak material longsor yang masuk ke sungai ini.
|
|
| Last Updated ( Saturday, 10 March 2007 ) |