|
Page 1 of 2
Tanggapan terjadinya gempabumi di Provinsi
Irian Jaya Barat, berdasarkan informasi yang
diperoleh dari USGS, BMG dan sumber lainnya, sebagai berikut :
1.
Gempabumi tersebut
terjadi pada hari Minggu pukul 04:43 WIT tanggal 4 Januari 2009 dan pusat
gempabumi terletak di darat. Parameter gempabumi utama dan gempabumi susulan
tercantum pada tabel berikut ini.
Tabel 1.
Parameter gempabumi utama dan susulan (sumber : BMG)
|
Terjadi pada
|
Lokasi
|
Magnitude
|
Kedalaman
|
Wilayah
|
Keterangan
|
|
04-Jan-09
02:43:51 WIB
|
0.42 LS - 132.93 BT
|
7.2 SR
|
10 Km
|
135 km BaratLaut
MANOKWARI-IRIANBARAT
|
Gempa Utama
|
|
04-Jan-09
04:14:44 WIB
|
0.64 LU - 133.24 BT
|
5.1 SR
|
112 Km
|
189 km BaratLaut
MANOKWARI-IRIANBARAT
|
Gempa Susulan
|
|
04-Jan-09
04:49:29 WIB
|
0.34 LS - 133.02 BT
|
6.1 SR
|
10 Km
|
129 km BaratLaut
MANOKWARI-IRIANBARAT
|
Gempa Susulan
|
|
04-Jan-09
05:03:19 WIB
|
0.52 LS - 132.64 BT
|
5.1 SR
|
10 Km
|
153 km TimurLaut
SORONG-IRIANBARAT
|
Gempa Susulan
|
|
04-Jan-09
05:07:43 WIB
|
0.23 LS - 133.01 BT
|
5.7 SR
|
10 Km
|
136 km BaratLaut
MANOKWARI-IRIANBARAT
|
Gempa Susulan
|
|
04-Jan-09
05:23:49 WIB
|
0.7 LS - 132.01 BT
|
5.1 SR
|
10 Km
|
81 km TimurLaut
SORONG-IRIANBARAT
|
Gempa Susulan
|
|
04-Jan-09
05:33:40 WIB
|
0.88 LS - 133.38 BT
|
7.6 SR
|
10 Km
|
76 km BaratDaya
MANOKWARI-IRIANBARAT
|
Gempa Utama
|
|
04-Jan-09
06:01:00 WIB
|
0.4 LS - 133.56 BT
|
6.0 SR
|
10 Km
|
75 km BaratLaut
MANOKWARI-IRIANBARAT
|
Gempa Susulan
|
|
04-Jan-09
06:16:06 WIB
|
0.69 LS - 133.12 BT
|
5.3 SR
|
10 Km
|
107 km BaratLaut
MANOKWARI-IRIANBARAT
|
Gempa Susulan
|
|
04-Jan-09
06:26:10 WIB
|
0.69 LS - 133.56 BT
|
5.4 SR
|
10 Km
|
59 km BaratLaut
MANOKWARI-IRIANBARAT
|
Gempa Susulan
|
|
04-Jan-09
07:00:37 WIB
|
0.89 LS - 133.27 BT
|
6.0 SR
|
10 Km
|
88 km BaratDaya MANOKWARI-IRIANBARAT
|
Gempa Susulan
|
|
04-Jan-09
07:05:10 WIB
|
0.27 LS - 133.14 BT
|
5.4 SR
|
10 Km
|
121 km BaratLaut
MANOKWARI-IRIANBARAT
|
Gempa Susulan
|
|
04-Jan-09
07:40:27 WIB
|
0.74 LS - 133.59 BT
|
5.3 SR
|
10 Km
|
54 km BaratLaut
MANOKWARI-IRIANBARAT
|
Gempa Susulan
|
|
04-Jan-09
07:55:40 WIB
|
0.73 LS - 132.63 BT
|
5.2 SR
|
10 Km
|
148 km TimurLaut
SORONG-IRIANBARAT
|
Gempa Susulan
|
|
04-Jan-09
08:02:57 WIB
|
0.72 LS - 133.52 BT
|
5.2 SR
|
56 Km
|
62 km BaratLaut
MANOKWARI-IRIANBARAT
|
Gempa Susulan
|
Tabel 2.
Parameter gempabumi utama dan susulan (sumber : USGS)
|
Terjadi pada
|
Lokasi
|
Magnitude
|
Kedalaman
|
Wilayah
|
Keterangan
|
|
03-Jan-09
WIB
|
0.51 LS - 132.78 BT
|
7.6
|
35 Km
|
76 km BaratDaya
MANOKWARI-IRIANBARAT
|
Gempa Utama
|
|
04-Jan-09
04:14:44 WIB
|
0.56 LU - 133.12 BT
|
5.1
|
64.6 Km
|
189 km BaratLaut
MANOKWARI-IRIANBARAT
|
Gempa Susulan
|
|
04-Jan-09
06:26:10 WIB
|
0.36 LS - 132.83 BT
|
5.6
|
35 Km
|
59 km BaratLaut
MANOKWARI-IRIANBARAT
|
Gempa Susulan
|
|
04-Jan-09
05:07:43 WIB
|
0.32 LS - 132.87 BT
|
5.2
|
35 Km
|
136 km BaratLaut
MANOKWARI-IRIANBARAT
|
Gempa Susulan
|
|
04-Jan-09
06:01:00 WIB
|
0.51 LS - 132.21 BT
|
5.0
|
35 Km
|
75 km BaratLaut
MANOKWARI-IRIANBARAT
|
Gempa Susulan
|
|
04-Jan-09
02:43:51 WIB
|
0.69 LS - 133.28 BT
|
7.3
|
35 Km
|
135 km BaratLaut
MANOKWARI-IRIANBARAT
|
Gempa Utama
|
|
04-Jan-09
04:49:29 WIB
|
0.41 LS - 133.69 BT
|
5.2
|
35 Km
|
129 km BaratLaut
MANOKWARI-IRIANBARAT
|
Gempa Susulan
|
|
04-Jan-09
05:03:19 WIB
|
0.73 LS - 133.31 BT
|
5.4
|
35 Km
|
153 km TimurLaut
SORONG-IRIANBARAT
|
Gempa Susulan
|
|
04-Jan-09
06:16:06 WIB
|
0.1 LS - 133.13 BT
|
5.3
|
35 Km
|
107 km BaratLaut
MANOKWARI-IRIANBARAT
|
Gempa Susulan
|
|
04-Jan-09
05:23:49 WIB
|
0.19 LS - 132.84 BT
|
5.1
|
35 Km
|
81 km TimurLaut
SORONG-IRIANBARAT
|
Gempa Susulan
|
|
04-Jan-09
07:00:37 WIB
|
0.74 LS - 133.55 BT
|
5.3
|
20.2 Km
|
88 km BaratDaya
MANOKWARI-IRIANBARAT
|
Gempa Susulan
|
1.
Kondisi geologi daerah bencana
Wilayah yang
terletak dekat dengan pusat gempabumi pada umumnya disusun oleh batuan metamorf
berumur Pra Tersier, batuan sedimen berumur Tersier dan batuan berumur Kuarter. Wilayah yang tersusun oleh batuan
Kuarter pada umumnya terletak di kawasan pantai berupa endapan pantai dan
aluvial. Batuan berumur Pra Tersier dan Tersier yang telah mengalami pelapukan
dan batuan berumur Kuarter pada umumnya bersifat lepas, lunak, belum padu (unconsolidated) dan memperkuat efek
getaran gempabumi sehingga rentan terhadap goncangan gempabumi.
3. Penyebab gempabumi:
Kejadian
gempabumi ini terjadi akibat pergerakan Sesar Sorong. Sesar Sorong tergolong
sebagai sesar aktif yang membentang mulai dari Kepala Burung menerus ke wilayah
Provinsi Maluku hingga ke lengan timur Pulau Sulawesi. Berdasarkan data
mekanisme fokal dari USGS, gempabumi ini disebabkan oleh sesar naik dengan
komponen mendatar dan kedudukan N 308o E/ 55o, slip 99°.
Berdasarkan
sumber gempabumi utama dan susulan, diduga terjadi zona patahan (rupture zone) yang
terganggu seluas 220 km x 130 km. Dengan zona patahan seluas itu patut diduga
akan lama terjadi keseimbangan pada sesar aktif. Oleh karena itu diduga masih
akan terjadi gempabumi susulan.
4.
Dampak Gempabumi
Berdasarkan
informasi dari situs harian kompas (www.kompas.com)
hingga pukul 9:48 WIB dan berita dari Metro TV, kejadian gempabumi tersebut
telah mengakibatkan 1 orang meninggal, 2 orang tertimbun di Hotel Mutiara yang
roboh, 4 orang luka - luka, kantor Gubernur Irian Jaya Barat dan Hotel
Swissbell mengalami kerusakan dan sejumlah bangunan dan rumah penduduk
mengalami kerusakan. Masyarakat di wilayah pantai Irian Jaya Barat resah dan
mengungsi ke tempat yang lebih tinggi karena takut akan terjadi tsunami. Hingga
tanggapan ini dibuat masyarakat di lokasi bencana masih merasakan terjadinya
gempabumi susulan.
Kejadian
gempabumi ini bersumber di darat dengan magnituda besar dan kedalaman dangkal,
maka gempabumi ini berpotensi merusak, oleh karena itu berpotensi besar
menimbulkan bencana, termasuk kerusakan geologis di permukaan seperti
longsoran, likuifaksi (keluarnya air dari dalam melalui rekahan atau sumur
penduduk kering/ keruh bercampur dengan pasir), retakan tanah dan pergeseran
tanah.
5. Rekomendasi:
- Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan
mengikuti arahan serta informasi dari petugas Satlak PB dan Satkorlak
PB, jangan terpancing oleh isu yang
tidak bertanggung jawab mengenai gempabumi yang diikuti oleh tsunami.
- Masyarakat
agar tetap waspada dengan masih berlangsungnya kejadian gempabumi susulan.
- Masyarakat
agar tidak panik terjadi ancaman tsunami, karena lokasi pusat gempabumi
berada di darat.
- Bagi
masyarakat yang rumahnya telah mengalami kerusakan, agar mengungsi ke
tempat yang lebih aman dan selalu mengikuti arahan petugas.
- Bagi
masyarakat yang tinggal di perbukitan waspada terhadap kemungkinan
terjadinya tanah longsor. Menurut prakiraan potensi kejadian longsor bulan
Januari 2009, wilayah Manokwari dan sekitarnya berpotensi menengah hingga
tinggi terjadi longsor. Masyarakat
yang bermukim dan beraktivitas di atas, pada dan di bawah lereng sedang
hingga terjal, jika terdapat retakan tanah harap segera mengungsi ke
tempat yang aman, karena berpotensi terjadi longsor yang disebabkan oleh
gempabumi susulan yang masih akan terjadi.
- Pusat
Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi, DESDM akan segera
memberangkatkan Tim Tanggap Darurat (TTD) ke lokasi bencana. Dalam
melaksanakan tugasnya TTD akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi/
Kabupaten/ Kota
di wilayah bencana.
|