Home | Organisasi | Sejarah | Visi Misi | Galeri | Lokasi | Layanan | Staf | Links | Contact Us | WebMail
Home arrow Publikasi arrow Tanggapan bencana gerakan tanahdi Kec. Pangalengan, Kab. Bandung, Prov. Jawa Barat
Menu Utama
Home
Berita Hotnews
Publikasi
Download
Blog
Indonesian News
Gunungapi
Aktifitas Terkini
Tabel Aktifitas Terkini
Gunungapi Indonesia
Kakaskasen Helicdr
Krakatau Monitoring
Peta
Galeri
Laporan Penelitian
Pengenalan
Komik Gunungapi
Gempabumi
Gempa bumi
Peta
Pengenalan
Galeri
Laporan Penelitian
Gempa Terkini BMG
Gempa Terkini USGS
Laporan dari USGS
Tsunami
Tsunami
Peta
Pengenalan
Galeri
Laporan Penelitian
Tsunami Centre
Tsunami Ready
Gerakan Tanah
Gerakan Tanah
Peta
Galeri
Laporan Penelitian
Pengenalan
 
Mar 23 2008
Tanggapan bencana gerakan tanahdi Kec. Pangalengan, Kab. Bandung, Prov. Jawa Barat PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Sunday, 23 March 2008
Bandung 11 Januari 2006



Kami sampaikan tanggapan bencana gerakan tanah di Kec. Pangalengan, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, berdasarkan informasi Metro TV News, tanggal 20 Maret 2008, Jam : 13.30 sebagai berikut :

1. Bencana gerakan tanah terjadi di Kampung Cisurili, Desa Margamulya, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

2. Gerakan tanah terjadi pada tanggal 19 Maret 2008. Berupa banjir bandang yang diikuti oleh longsoran.

3. Dampak Bencana Gerakan Tanah

25 rumah mengalami kerusakan berat dan ringan.

4. Kondisi daerah bencana :

  • Bentang alam daerah sekitar Desa Margamulya, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, merupakan daerah perbukitan di lereng baratdaya Gn. Malabar dengan kemiringan lereng antara 35 - 45°, dan ketinggian 1500 m diatas permukaan laut .
  • Berdasarkan Peta Geologi Bersistem Jawa Lembar Garut, (M.Alzwar,N.Akbar dan S. Bachri, Pusat Penelitian dan Pegembangan Geologi, Bandung 1992) , batuan penyusun di daerah bencana berupa breksi tufaan mengandung batuapung dan endapan lahar tua.
  • Berdasarkan Peta Prakiraan Wilayah Potensi Terjadi Gerakan Tanah Provinsi Jawa Barat, Maret 2008 (overlay antara Peta Kerentanan Gerakan Tanah PVMBG dan Peta Prakiraan Curah hujan bulan Maret 2008, BMG), daerah bencana berpotensi terjadi gerakan tanah menengah, artinya di daerah tersebut dapat terjadi gerakan tanah, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir tebing jalan atau lereng yang mengalami gangguan dan dipicu oleh curah hujan yang tinggi.
  • Tata guna lahan sekitar daerah bencana berupa pemukiman dan perladangan.

5. Faktor penyebab terjadinya tanah longsor diperkirakan karena :

  • Curah hujan yang lebat sebelum dan pada saat kejadian gerakan tanah.

  • Kemiringan lereng yang terjal, menyebabkan material mudah bergerak.

  • Adanya bidang lemah berupa kontak batuan yang bersifat sarang dengan batuan yang kedap air.

6. Tim Tanggap Darurat Bencana gerakan tanah siap diberangkatkan ke lokasi bencana, untuk melakukan :
  • Pemeriksaan guna mengetahui penyebab terjadinya gerakan tanah.

  • Memberikan rekomendasi teknis penanganan bencana gerakan tanah.


 
< Prev   Next >
Early Warning

  led_yellowSeulawah Agam, 1 Sept 2010

  led_red_blink Sinabung, 29 Agust 2010

led_orange_blinkIbu, 5 Agustus 2009

led_yellowEgon, 7 April 2010

led_yellow Talang, 17 Februari 2010

led_yellowKarangetang, 12 Feb 2010 

led_yellow

Batur, 08 November 2009

led_yellow

Kaba, 20 Oktober 2009 

led_yellow Anak Krakatau, 31 Oct 2009

led_yellow

Semeru, 16 Juli 2009

led_yellowSlamet, 29 Juni 2009 

led_yellowSangeang Api, Juni 2009

led_yellowRinjani, 2 Mei 2009

led_yellow

Rokatenda, 18 Apr 2009

led_yellow

Soputan, 21 Okt 2008

led_yellow

Dukono 13 Juni 2008

led_yellowGamalama, 11 Mei 2008 

led_yellowPapandayan, 16 Apr 2008 

led_yellow Lokon, 28 Feb 2008

led_yellow Kerinci, 9 Sept 2007

led_yellowBromo, 18 Sept 2006

 

  Color Code-Alert Level

 
Visitors Counter
2372075 Visitors
 
 
© Mancamedia 2005-2006  Developed with An Anoa Application framework

      
 
n