|
Bandung 11 Januari 2006
Kami
sampaikan tanggapan bencana
gerakan tanah di Kec. Pangalengan, Kabupaten Bandung, Provinsi
Jawa Barat, berdasarkan informasi Metro TV News, tanggal 20 Maret
2008, Jam : 13.30 sebagai berikut :
1. Bencana
gerakan tanah terjadi di Kampung Cisurili, Desa Margamulya,
Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
2. Gerakan
tanah terjadi pada
tanggal 19 Maret 2008.
Berupa banjir bandang yang diikuti oleh longsoran.
3. Dampak
Bencana Gerakan Tanah
25
rumah mengalami kerusakan berat dan ringan.
4.
Kondisi daerah bencana :
- Bentang
alam daerah sekitar
Desa
Margamulya, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung,
merupakan daerah perbukitan di lereng baratdaya
Gn. Malabar dengan
kemiringan
lereng antara 35 - 45°, dan ketinggian 1500 m diatas permukaan
laut .
- Berdasarkan
Peta Geologi Bersistem Jawa Lembar Garut, (M.Alzwar,N.Akbar dan S.
Bachri, Pusat Penelitian dan Pegembangan Geologi, Bandung 1992) ,
batuan penyusun di daerah bencana berupa breksi tufaan mengandung
batuapung dan endapan lahar tua.
- Berdasarkan
Peta Prakiraan Wilayah Potensi Terjadi Gerakan Tanah Provinsi Jawa
Barat, Maret 2008 (overlay
antara Peta Kerentanan Gerakan Tanah PVMBG dan Peta Prakiraan
Curah hujan bulan Maret 2008, BMG), daerah bencana berpotensi
terjadi gerakan tanah menengah, artinya di daerah tersebut dapat
terjadi gerakan tanah, terutama pada daerah yang berbatasan dengan
lembah sungai, gawir tebing jalan atau lereng yang mengalami
gangguan dan dipicu oleh curah hujan yang tinggi.
- Tata
guna lahan
sekitar daerah bencana berupa pemukiman dan perladangan.
5.
Faktor penyebab terjadinya tanah longsor diperkirakan karena :
-
Curah
hujan yang lebat sebelum dan pada saat kejadian gerakan tanah.
-
Kemiringan
lereng yang terjal, menyebabkan
material mudah bergerak.
-
Adanya
bidang lemah berupa kontak batuan yang bersifat sarang dengan
batuan yang kedap air.
6. Tim
Tanggap Darurat Bencana
gerakan tanah siap diberangkatkan ke lokasi bencana, untuk melakukan
:
|