|
Aktivitas
G. Gamkonora berdasarkan:
-
Data-data kegempaan dan Pengamatan Visual G.
Gamkonora
-
Diskusi langsung dengan Ketua Tim Tanggap Darurat
Letusan G. Gamkonora dari Pos Pengamatan G. Gamkonora di Desa Gamsungi
Kecamatan Ibu Selatan.
I. Kegempaan
Dari tanggal 8 hingga 23 Juli 2007 kegempaan
didominasi oleh gempa hembusan dan letusan namun secara fluktuatif
menunjukkan penurunan dari segi jumlah dan energinya (grafik
terlampir).
Guna mengetahui secara rinci penurunan energi
gempabumi letusan dan hembusan, disajikan grafik kesetaraan energi dari tanggal
11 hingga 23 Juli 2007.
Tanggal 16 hingga 23 Juli 2007 pukul 24.00 WIT
hanya tercatat 3 kali gempa vulkanik dalam, 15 kali Tektonik Lokal. Kegempaan didominasi
oleh gempa Hembusan berkisar antara 13 - 31 kali per hari dan gempa Tektonik Jauh
berkisar antara 9 - 20 kali per hari.
II. Visual
Pengamatan visual dalam periode 16 hingga 23 Juli 2007
dari Pos Pengamatan Gunungapi Gamkonora sering tertutup kabut, namun pada saat
cuaca cerah tampak hembusan asap berwarna putih tipis sampai tebal dengan
ketinggian 50 - 200 meter dari bibir kawah
III. Kesimpulan
Berdasarkan data kegempaan, visual dan analisis
data tersebut, aktivitas G. Gamkonora
menunjukkan penurunan secara tajam.
Dengan demikian, maka
terhitung mulai tanggal 24 Juli 2007, pukul 13:00 WIT, status kegiatan G.
Gamkonora diturunkan
dari SIAGA (Level III) menjadi WASPADA (Level II).
IV. Langkah-langkah yang dilakukan
Tim Tanggap Darurat Pusat
Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi akan ditarik kembali ke Bandung guna
menjalankan tugas-tugas rutin, namun pemantauan G. Gamkonora tetap dilakukan
secara menerus dari Pos Pengamatan G. Gamkonora di Desa Gamsungi, Kecamatan Ibu
Selatan, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara oleh Pengamat,
Jika data-data yang
diperoleh di lapangan menunjukkan adanya penurunan atau kenaikan kegiatan maka
status G. Gamkonora akan diturunkan atau dinaikan sesuai dengan tingkat
kegiatannya.
V. Rekomendasi
Sehubungan dengan
penurunan status G. Gamkonora dari SIAGA (Level III) menjadi WASPADA
(Level II), maka kami rekomendasikan :
1.
Kemungkinan masih ada letusan atau hembusan yang terjadi
di G. Gamkonora, namun tidak membahayakan dan tidak menjangkau permukiman serta
aktivitas penduduk di luar radius lebih dari
1,5 km dari puncak G. Gamkonora. Masyarakat dilarang beraktivitas di
daerah dalam radius 1,5 km dari puncak G. Gamkonora.
2.
Masyarakat untuk tidak panik dan jangan percaya isu-isu
yang tidak jelas sumbernya tentang letusan G. Gamkonora, oleh karenanya,
masyarakat harus memperhatikan arahan dari SATLAK PB dan SATKORLAK PB.
3.
Dalam status Waspada, SATLAK PB dan SATKORLAK PB harus
senantiasa berkoordinasi dengan Pengamat
G. Gamkonora di Pos Pengamatan G. Gamkonora di Desa Gamsungi, Kecamatan Ibu Selatan,
Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara atau dengan Pusat Vulkanologi
dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.
4.
Pada saat hujan lebat, masyarakat yang bermukim di
bantaran dan di sekitar sungai-sungai yang berhulu di G. Gamkonora harus
waspada dan siap siaga mengantisipasi kemungkinan banjir lahar.
5.
Saat ini di Halmahera terdapat 3 gunungapi, yaitu G.
Dukono, G. Ibu dan G. Gamkonora dalam level Waspada. Hendaknya Pemerintah
Daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan ke 3 gunungapi tersebut
atau dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi guna mengetahui
tingkat aktivitas secara rinci.
|